SISTEM PROTEKSI PEMBANGKIT, SISTEM PROTEKSI GENERATOR DAN SISTEM PROTEKSI
TRAFO PEMBANGKIT
Nama
: Irwan Rinaldi Saragi
Nim
: 5103331017
Jurusan
Pendidikan Teknik Elektro
Fakultas
Teknik Universitas Negeri Medan
ABSTRAK
Sesuai dengan kemajuan zaman yang semakin
lama semakin banyak jumlah manusia di dunia ini dan secar langsung akan
mengakibatkan semakin banyak kebutuhan yang harus di sediakan oleh manusia
tersebut. Diantara sekian banyak kebutuhan, maka kemajuan teknologi banyak
membantu kepentingan manusia, diantaranya kemajuan dalam bidang tenaga listrik.
Sistem proteksi pembangkit ataupun transmisi
harus bekerja sesuai syaratnya diantaranya cepat bereaksi jika terjadi
gangguan, selektif, peka/sensitif terhadap gangguan, andal/reliability,
stabilitas dan ekonomis. Jika syarat tersebut tidak terpenuhi, maka akan
mempengaruhi kinerja pembangkit. Dengan menganalisa besar arus gangguan dan
hasil pencarian data gangguan baik di sisi GIS 150 kV maupun sisi PLTU 2 banten
labuan. Diharapkan diketahui penyebab gangguan di Transmisi 150 kV Saketi dan
proteksi apa yang menyebabkan pembangkit trip. Kehandalan suatu pembangkit
sangat penting karena jika terjadi gangguan akan menyebabkan pembangkit
kehilangan kesempatan produksi dan untuk start kembali membutuhkan waktu dan
biaya yang tidak sedikit.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Keandalan dan kemampuan suatu sistem
tenaga listrik dalam melayani konsumen sangat tergantung pada sistem
proteksi yang digunakan. Oleh sebab itu dalam perencangan suatu sistem
tenaga listrik, perlu dipertimbangkan kondisi-kondisi gangguan yang mungkin
terjadi pada sistem, melalui analisa gangguan.
Pada dasarnya gangguan dapat terjadi karena kegagalan operasi peralatan dalam sistem, kesalahan manusia dan karena alam. Langkah yang dapat diambil untuk mencegah terjadinya gangguan antara lain dengan menggunakan isolasi yang baik, membuat koordinasi isolasi dan menghindarkan kesalahan operasi. Tetapi langkah – langkah tersebut dibatasi oleh faktor ekonomis dan alam. Karenanya para engineer sepakat : gangguan boleh saja terjadi dan tidak dapat dihindari namun dampaknya harus diminimisasi.
Pada dasarnya gangguan dapat terjadi karena kegagalan operasi peralatan dalam sistem, kesalahan manusia dan karena alam. Langkah yang dapat diambil untuk mencegah terjadinya gangguan antara lain dengan menggunakan isolasi yang baik, membuat koordinasi isolasi dan menghindarkan kesalahan operasi. Tetapi langkah – langkah tersebut dibatasi oleh faktor ekonomis dan alam. Karenanya para engineer sepakat : gangguan boleh saja terjadi dan tidak dapat dihindari namun dampaknya harus diminimisasi.
PEMBAHASAN
A. SISTEM PROTEKSI PEMBANGKIT
1. PENGERTIAN DASAR
Nilai investasi peralatan listrik pada suatu pembangkit listrik
sedemikian besarnya, sehingga perhatian yang khusus harus diutamakan agar
setiap peralatan tidak hanya dapat beroperasi dengan efisiensi yang optimal,
tetapi juga harus teramankan dari kecelakaan/kerusakan yang fatal.
Kerusakan yang fatal dapat menimbulkan :
1.
Kerugian biaya investasi.
2.
Kerugian operasi (long outage)
3.
Terganggunya pelayanan (service)
Untuk itu relai proteksi sangat diperlukan pada peralatan pembangkit.
Hampir semua peralatan tidak dibiarkan beroperasi tanpa menggunakan peralatan
proteksi. Relai Proteksi adalah suatu perangkat kerja proteksi yang mempunyai
fungsi dan peranan :
a.
Memberikan signal alarm/melepas pemutus tenaga (circuit
breaker) dengan tujuan mengisolir gangguan/kondisi yang tidak normal seperti
adanya :
·
Beban lebih, tegangan rendah
·
Kenaikan suhu, beban tidak seimbang
·
Daya kembali, frekuensi rendah
·
Hubung singkat dan kondisi tidak normal lainnya
b.
Melepas/mentripkan peralatan yang berjalan tidak normal
untuk mencegah timbulnya kerusakan. Contohnya : Proteksi beban lebih (overload)
berfungsi untuk mengamankan mesin listrik dan kerusakan isolasi.
c.
Melepas/mentripkan peralatan yang terganggu secara
cepat dengan tujuan mengurangi kerusakan yang lebih berat.
Contohnya : Bila suatu mesin listrik secara cepat distop/dilepas setelah
terjadinya gangguan pada belitan, maka hanya sebagian kumparan saja yang perlu
diperbaiki. Tetapi apabila gangguan terjadi secara terus-menerus maka
kemungkinan seluruh belitan akan rusak dan memerlukan perbaikan total/overhoul.
d.
Melokalisir kemungkinan dampak akibat gangguan dengan
memisahkan peralatan yang terganggu dari sistem. Peralatan yang terganggu dapat
menyebabkan gangguan pada peralatan yang lain yang berada pada sistemnya.
e.
Melepas peralatan/bagian yang terganggu secara cepat
dengan maksud menjaga stabilitas sistem, kontinuitas pelayanan dan unjuk kerja
sistem.
-
KLASIFIKASI RELAI PROTEKSI
4
No
|
ASAS KERJA
|
TIPE KONSTRUKSI
|
PENGGUNAAN
|
1
|
Tarikan Magnit Listrik (Electromagnetic
Attraction)
|
a) Plunger type
b) Balanced beam type
c) Hinged armature type
d) Polarized moving iron type
e) Permanent magnet moving coil type
|
Relai seketika (Instantaneous Relay)
|
2
|
Induksi Magnit Listrik (Electromagnetic
Induction)
|
a) Induction disc type
b) Induction cup type
|
Relay dengan waktu tunda (Time Delay Relay)
|
3
|
Relai suhu/panas (Thermal Relay)
|
a) Bimetal strip type
b) Thermocouple type
c) Electronic
|
Proteksi motor, generator dan trafo
|
4
|
Relai yang digerak-kan oleh gas
|
a) Bucholz relay
b) Sudden pressure relay (gas pressure relay)
|
Proteksi trafo
|
5
|
Static relay
|
a) Rangkaian elektronik
|
Complex protective system pada generator,
motor
|
Tabel 2.1 Klasifikasi Relai Proteksi
- SIMBOL DAN KODE RELAI PROTEKSI
No
|
NAMA RELAI
|
SIMBOL
|
KODE
|
1
|
Relai jarak (distance relay)
|
Z <
|
21
|
2
|
Relai periksa sinkron (Synchro check relay)
|
25
|
|
3
|
Relai tegangan kurang (Under voltage relay)
|
U <
|
27
|
4
|
Relai daya balik (Reverse power relay)
|
32
|
|
5
|
Relai arus kurang (Under current relay)
|
I <
|
37
|
6
|
Relai kehilangan medan penguat (Loss of
excitation relay)
|
B = O
|
40
|
7
|
Relai urutan phasa negatif (Negatif sequence
relay)
|
Ii >
|
46
|
8
|
Relai suhu (Thermal relay)
|
49
|
|
9
|
Relai arus lebih seketika ( Instantaneous
Over current relay)
|
I >
|
50
|
10
|
Relai arus lebih dengan waktu tunda (Time
Over current Relay)
|
51
|
|
11
|
Relai fluksi lebih (Over excitation relay)
|
V/f
|
59/81
|
12
|
Relai tegangan lebih (Over voltage relay)
|
U >
|
59
|
13
|
Relai tegangan seimbang (Voltage balance
relay)
|
Ud
|
60
|
14
|
Relai waktu tunda (Time auxiliary relay)
|
62
|
|
15
|
Relai tekanan gas (Gas pressure relay)
|
P
|
63
|
16
|
Relai hubung tanah (Ground fault relay)
|
64
|
|
17
|
Relai frekuensi (Frequency relay)
|
f
|
81
|
18
|
Lock out relay
|
86
|
|
19
|
Relai differensial (Differential Relay)
|
87
|
|
20
|
Relai Bucholz
|
95
|
Tabel 2.2 Simbol dan Kode Relai Proteksi
B. SISTEM PROTEKSI GENERATOR
1.
MACAM-MACAM GANGGUAN PADA GENERATOR DAN AKIBATNYA
Macam-macam gangguan pada generator dapat diklasifikasikan sebagai
berikut :
a. Gangguan listrik/electrical fault
Jenis gangguan ini adalah gangguan yang timbul dan terjadi pada
bagian-bagian listrik dari generator.
Gangguan-gangguan tersebut antara lain :
1. Hubung singkat 3 phasa
Terjadinya arus lebih pada stator yang dimaksud adalah arus lebih yang
timbul akibat terjadinya hubungan singkat 3 phasa/ 3 phase fault. Gangguan ini
akan menimbulkan loncatan bunga api dengan suhu yang tinggi yang akan
melelehkan belitan dengan resiko terjadinya kebakaran, jika isolasi tidak
terbuat dari bahan yang anti api /nonflammable.
2. Hubung
singkat 2 phasa
Gangguan hubung singkat 2 phasa/unbalance fault lebih berbahaya dibanding
gangguan hubung singkat 3 phasa/balance fault, karena disamping akan terjadi
kerusakan pada belitan akan timbul pula vibrasi pada kumparan stator. Kerusakan
lain yang timbul adalah pada poros/shaft dan kopling turbin akibat adanya momen
puntir yang besar.
3. Stator
hubung singkat 1 phasa ke tanah/stator ground fault
Kerusakan
akibat gangguan 2 phasa atau antara konduktor kadang-kadang masih dapat
diperbaiki dengan menyambung taping atau mengganti sebagian konduktor, tetapi
kerusakan laminasi besi (iron lamination) akibat gangguan 1 phasa ke tanah yang
menimbulkan bunga api dan merusak isolasi dan inti besi adalah kerusakan serius
yang perbaikannya dilakukan secara total. Gangguan jenis ini meskipun kecil
harus segera diproteksi.
4. Rotor
hubung tanah/field ground
Pada rotor generator yang
belitannya tidak dihubungkan oleh tanah (ungrounded system). Bila salah satu
sisi terhubung ke tanah belum menjadikan masalah. Tetapi apabila sisi lainnya
terhubung ke tanah, sementara sisi sebelumnya tidak terselesaikan maka akan terjadi kehilangan
arus pada sebagian belitan yang terhubung singkat melalui tanah. Akibatnya
terjadi ketidakseimbangan fluksi yang menimbulkan vibrasi yang berlebihan serta
kerusakan fatal pada rotor.
5. Kehilangan
medan
penguat/Loss of excitation
Hilangnya medan
penguat akan membuat putaran mesin naik, dan berfungsi sebagai generator
induksi. Kondisi ini akan berakibat pada rotor dan pasak/slot wedges, akibat
arus induksi yang bersirkulasi pada rotor. Kehilangan medan penguat dapat dimungkinkan oleh :
a)
|
b)
Hubung singkat pada belitan penguat
c)
Kerusakan kontak-kontak sikat arang pada sisi penguat
d)
Kerusakan pada sistem AVR
6. Tegangan
lebih/Over voltage
Tegangan yang berlebihan melampaui batas maksimum yang diijinkan dapat
berakibat tembusnya (breakdown) design insulasi yang akhirnya akan menimbulkan
hubungan singkat antara belitan. Tegangan lebih dapat dimungkinkan oleh mesin
putaran lebih/overspeed atau kerusakan pada pengatur tegangan otomatis/AVR.
b. Gangguan mekanis/panas (mechanical/thermal
fault)
Jenis-jenis gangguan mekanik/panas
antara lain :
1. Generator berfungsi sebagai motor (motoring)
Motoring adalah peristiwa berubah fungsi generator menjadi motor akibat
daya balik (reverse power).
Daya balik terjadi disebabkan oleh turunnya daya masukkan dari penggerak
utama (prime mover). Dampak kerusakan akibat peristiwa motoring adalah lebih
kepada penggerak utama itu sendiri. Pada turbin uap, peristiwa motoring akan
mengakibatkan pemanasan lebih pada sudu-sudunya, kavitasi pada sudu-sudu turbin
air, dan ketidakstabilan pada sudu turbin gas.
2. Pemanasan lebih setempat
Pemanasan
lebih setempat pada sebagian stator dapat dimungkinkan oleh :
·
Kerusakan laminasi
·
Kendornya bagian-bagian tertentu di dalam
generator seperti : pasak-pasak stator (stator wedges).
3. Kesalahan paralel
Kesalahan dalam memparalel generator karena syarat-syarat sinkron tidak
terpenuhi dapat mengakibatkan kerusakan pada bagian poros dan kopling
generator, dan penggerak utamanya karena terjadinya momen puntir. Kemungkinan
kerusakan lain yang timbul, kerusakan PMT dan kerusakan pada kumparan stator
akibat adanya kenaikan tegangan sesaat.
4. Gangguan pendingin stator
Gangguan pada media sistem pendingin
stator (pendingin dengan media udara, hidrogen, atau air) akan menyebabkan
kenaikan suhu belitan stator. Apabila suhu belitan melampaui batas ratingnya
akan berakibat kerusakan belitan.
c.
Gangguan sistem (system fault)
Generator dapat terganggu akibat adanya gangguan yang datang/terjadi pada
sistem. Gangguan-gangguan sistem yang terjadi umumnya adalah :
|
Perubahan frekuensi keluar dari batas-batas normal di sistem dapat
berakibat ketidakstabilan pada turbin generator. Perubahan frekuensi sistem
dapat dimungkinkan oleh tripnya unit-unit pembangkit atau penghantar
(transmisi).
2. Lepas sinkron (Loss of synhcron)
Adanya gangguan di sistem akibat perubahan beban mendadak, switching,
hubung singkat dan peristiwa yang cukup besar akan menimbulkan ketidakstabilan
sistem. Apabila peristiwa ini cukup lama dan melampaui batas-batas
ketidakstabilan generator, generator akan kehilangan kondisi paralel. Keadaan
ini akan menghasilkan arus puncak yang tinggi dan penyimpangan frekuensi
operasi yang keluar dari seharusnya sehingga akan menyebabkan terjadinya stress
pada belitan generator, gaya
puntir yang berfluktuasi serta resonansi yang akan merusak turbin generator.
Pada kondisi ini generator harus dilepas dari sistem.
3. Arus beban kumparan yang tidak seimbang
(unbalance armature current)
Pembebanan yang tidak seimbang pada sistem/adanya gangguan 1 phasa dan 2
phasa pada sistem yang menyebabkan beban generator tidak seimbang yang akan
menimbulkan arus urutan negatif. Arus urutan negatif yang melebihi batas, akan
mengiduksikan arus medan
yang berfrekuensi rangkap yang arahnya berlawanan dengan putaran rotor akan
menyebabkan adanya pemanasan lebih dan kerusakan pada bagian-bagian konstruksi
rotor.
2. MACAM-MACAM RELAI PROTEKSI GENERATOR DAN
FUNGSINYA
No
|
Nama Relai
|
Fungsi Relai
|
1
|
Relai jarak
(distance relay)
|
Untuk
mendeteksi gangguan 2 phasa/ 3 phasa di muka generator sampai batas
jangkauannya
|
2
|
Relai periksa
sinkron (synchron check relay)
|
Pengaman bantu
generator untuk mendeteksi persyaratan sinkronisasi atau paralel
|
3
|
Relai tegangan
kurang (undervoltage relay)
|
Untuk
mendeteksi turunnya tegangan sampai di bawah harga yang diijinkan
|
4
|
Relai daya
balik (reverse power relay)
|
Untuk
mendeteksi daya balik sehingga mencegah generator bekerja sebagai motor
|
5
|
Relai
kehilangan medan
penguat (loss of excita-tion relay)
|
Untuk
mendeteksi kehilangan arus penguat pada rotor
|
6
|
Relai phasa
urutan negatif (negative phase sequence relay)
|
Untuk
mendeteksi arus urutan negatif yang disebabkan oleh beban tidak seimbang dari
batas-batas yang diijinkan
|
7
|
Relai arus
lebih seketika (instantaneous over cur-rent relay)
|
Untuk
mendeteksi besaran arus yang melebihi batas yang ditentukan dalam waktu
seketika
|
8
|
Relai arus
lebih dengan waktu tunda (time over current relay)
|
Untuk
mendeteksi besaran arus yang melebihi batas dalam waktu yang ditentukan
|
9
|
Relai penguat
lebih (over excitation relay)
|
Untuk
mendeteksi penguat lebih pada generator
|
10
|
Relai tegangan
lebih (over voltage relay)
|
1.
Bila terpasang di titik netral generator atau trafo
tegangan yang dihubungkan segitiga, untuk mendeteksi gangguan stator hubung
tanah
2.
Bila terpasang pada terminal generator : untuk
mendeteksi tegangan lebih
|
11
|
Relai
keseimbangan te-gangan (voltage balance relay)
|
Untuk
mendeteksi hilangnya tegangan dari trafo tegangan ke pengatur tegangan otomatis
(AVR) dan ke relay
|
12
|
Relai waktu
|
Untuk
memperlambat/mempercepat waktu
|
13
|
Relai stator
gangguan tanah(stator ground fault relay)
|
Untuk
mendeteksi gangguan hubung tanah pada stator
|
14
|
Relai
kehilangan sinkroni-sasi (out of step relay)
|
Untuk
mendeteksi kondisi asinkron pada generator yang sudah paralel dengan sistem
|
15
|
Relai pengunci
(lock out relay)
|
Untuk menerima
signal trip dari relai-relai proteksi dan kemudian meneruskan signal trip ke
PMT, alarm, dan peralatan lain serta penguncinya
|
16
|
Relai frekuensi
(frequen-cy relay)
|
Untuk
mendeteksi besaran frekuensi rendah/lebih di luar harga yang ditentukan
|
17
|
Relai
differensial (diffe- rential relay)
|
Untuk
mendeteksi gangguan hubung singkat pada daerah yang diamankan
|
Tabel 3.1 Macam- macam Relai Proteksi Generator dan Fungsinya
DIAGRAM PROTEKSI PERALATAN
PEMBANGKIT
|

Gambar 3.1 One Line Diagram Relai Proteksi
Generator
C. SISTEM PROTEKSI TRAFO PEMBANGKIT
- MACAM-MACAM GANGGUAN PADA TRAFO PEMBANGKIT DAN AKIBATNYA
Yang dimaksud transformator pembangkit dalam pembahasan ini adalah :
a.
Transformator Generator (Generator Transformer) /
Transformator Utama (Main Transformer)
b.
Transformator bantu utama (Main Auxiliary Transformer)
/ Transformator Pemakaian Sendiri
c.
Transformator bantu cadangan (Reserve Auxiliary
Transformer) / Transformer start (Starting Transformer)
d.
Transformator lainnya yang digunakan untuk pemakaian
motor-motor bertegangan rendah
Macam-macam gangguan transformator pembangkit dapat diklasifikasikan sebagai
berikut :
A.
Gangguan luar / External fault
Gangguan luar dimaksud adalah gangguan yang diakibatkan oleh, atau
terjadi di luar daerah pengamanan transformator yang dapat mengakibatkan
kerusakan pada transformator. Contoh :
a.
Beban lebih/over load.
Pembebanan lebih yang melampaui kapasitasnya menyebabkan pemanasan yang
berlebihan akibat kenaikan suhu.
Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan :
·
Memperpendek umur transformator/lifetime
·
Merusak isolasi dan material belitan
b.
Hubung singkat di sisi luar/external short circuit
Terjadinya hubung singkat phasa ke phasa atau phasa ke tanah di luar
daerah pengaman transformator itu sendiri dapat merusak bagian-bagian
transformer.
B. Gangguan dalam / internal fault
Gangguan dalam yang dimaksud adalah gangguan yang bersumber dari dalam
trafo itu sendiri. Gangguan dalam transformator dapat diklasifikasikan sebagai
berikut :
1.
Gangguan listrik / electrical fault
Gangguan ini tergolong gangguan berat yang dapat
menyebabkan kerusakan pada bagian-bagian transformator. Gangguan ini biasanya
dapat terdeteksi langsung oleh relai-relai arus dan tegangan.
Gangguan tersebut
antara lain :
·
Gangguan hubung singkat phasa ke phasa atau
phasa ke tanah pada terminal belitan
tinggi atau rendah
Gangguan hubung singkat phasa ke
phasa atau phasa ke tanah pada belitan
tinggi atau rendah.
·
|
·
Hubung singkat pada belitan tertier
2.
Gangguan awal
Gangguan ini sering diistilahkan incipient fault yaitu
gangguan yang tergolong ringan dan berawal dari gangguan kecil namun kemudian
secara perlahan-lahan berkembang menjadi gangguan besar/berat dan mengakibatkan
kerusakan, apabila tidak segera terdeteksi.
Keadaan gangguan seperti ini tidak dapat terdeteksi oleh
relai-relai arus dan tegangan. Gangguan tersebut antara lain :
·
Kendornya baut-baut / ring pada terminal
konduktor
·
Gangguan pada inti besi akibat kerusakan
laminasi isolasi yang menimbulkan percikan bunga api di bawah minyak
·
Gangguan di sistem pendingin, seperti kerusakan
pada pompa sirkulasi minyak, kipas pendingin dan bagian-bagian dari sistem
pendingin lainnya yang dapat menyebabkan kenaikan suhu operasi yang tinggi
sementara transformator masih beroperasi di bawah beban penuh
·
Adanya kemungkinan pengentalan minyak atau
kebuntuan pada bagian-bagian tertentu, sehingga sirkulasi minyak menjadi
terganggu yang dapat mengakibatkan pemanasan setempat atau lokal hot spot pada
sebagian belitan.
·
Gangguan atau tidak berfungsinya bagian-bagian
mekanik dari tap perubahan pembebanan atau load tap changer akibat pemasangan
yang kurang sempurna (loss contact, getaran, dsb)
·
Kebocoran minyak dari bagian las-lasan, perapat
packing, dsb.
·
Gangguan pada terminal bushing akibat adanya
kontaminasi, keretakan, penuaan, binatang, dsb.
2. MACAM-MACAM RELAI PROTEKSI TRAFO PEMBANGKIT
DAN FUNGSINYA
No
|
Nama Relai
|
Fungsi Relai
|
1
|
Relai suhu
|
Relai ini
adalah relai mekanis yang berfungsi mendeteksi suhu minyak dan kumparan
secara langsung yang akan membunyikan alarm serta mengeluarkan/mentripkan
PMT.
Relai suhu ini
dipasang pada semua transformator
|
2
|
Relai beban
lebih
|
Relai ini
berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap suhu yang berlebihan
akibat beban lebih
|
3
|
Relai Bucholz
|
Relai ini
berfungsi untuk mendeteksi adanya gas yang ditimbulkan oleh loncatan bunga
api dan pemanasan setempat dalam minyak transformator
|
|
4
|
Relai tekanan
lebih (sudden pressure relay)
|
Bagi
transformator tanpa konservator, dipasang relai tekanan mendadak yang
dipasang pada tangki, dan bekerja dengan pertolongan membran.
Relai ini
dipasang pada semua transformator.
|
5
|
Relai arus
lebih
|
Relai ini
berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap gangguan hubung singkat
antar phasa di dalam maupun di luar daerah pengamanan transformator. Relai
ini juga diharapkan mempunyai sifat komplementer dengan relai beban lebih.
Relai ini berfungsi juga sebagai pengaman cadangan bagi bagian instalasi
lainnya
|
6
|
Relai gangguan
tanah
|
Relai ini
berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap hubung tanah, di dalam dan
di luar daerah pengamanan.
|
7
|
Relai
differensial
|
Relai ini
berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap gangguan hubung singkat
yang terjadi di dalam daerah pengamanan transformator
|
8
|
Relai gangguan
tanah terbatas (Restricted earth fault relay)
|
Relai ini
berfungsi untuk mengamankan transformator terhadap gangguan tanah dalam
daerah pengamanan transformator khususnya untuk gangguan di dekat titik
netral yang tidak dapat dirasakan oleh relai differensial
|
9
|
Relai fluksi
lebih
|
Relai ini
berfungsi untuk mengamankan transformator generator. Relai ini mendeteksi
besaran fluksi /perbandingan tegangan dan frekuensi
|
Tabel 4.1 Macam- macam
Relai Proteksi Trafo Pembangkit dan Fungsinya
DAFTAR PUSTAKA
2. http://www.scribd.com/puji_wibowo_1/d/89557276/11-MACAM-MACAM-RELAI-PROTEKSI-TRAFO-PEMBANGKIT-DAN-FUNGSINYA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar